Manchester United berkunjung ke markas Barcelona, Nou Camp pada leg kedua perempat final Liga Champions, dan Ole menolak untuk memotivasi timnya dengan merujuk pada final Liga Champions 1999 dalam upaya untuk membalikkan defisit 1-0 dari leg pertama.

Para pendukung Man United tentu tidak lupa bagaimana Ole Gunnar Solskjaer mengantarkan United meraih trofi Liga Champions 1999 di Nou Camp berkat golnya di menit akhir perpanjangan waktu setelah sempat tertinggal 1-0.

United berhasil membalikkan kedudukan berkat gol dari Sheringham di menit ke 90+1′ dan Solskjaer di menit ke 90+3′, yang mengantarkan mereka meraih trofi Liga Champions sekaligus treble dua puluh tahun yang lalu

Ole menolak untuk memotivasi timnya dengan merujuk pada final Liga Champions 1999

Ole Gunnar Solskjaer mencetak gol kemenangan United 2-1 atas Bayern Munich pada final Liga Champions 1999 di Nou Camp

Manchester United saat ini tertinggal 1-0 setelah mengalami kekalahan di leg pertama perempat final, di Old Trafford, tetapi Ole menolak untuk menggunakan kemenangan yang sangat terkenal itu pada tahun 1999 untuk memotivasi timnya menjelang pertandingan leg kedua di Nou Camp.

“Tidak, saya tidak akan (menyebut kemenangan 1999) karena itu melawan Bayern Munich. Itu final, itu berbeda,” kata Ole dikutip dari Sky Sports.

“Kami akan menggunakan pertandingan PSG, kami akan menggunakan laga tandang menghadapi Juventus, kami telah mengalahkan beberapa tim bagus jauh dari rumah tahun ini dan bermain melawan beberapa pemain hebat.

Ole menolak untuk memotivasi timnya dengan merujuk pada final Liga Champions 1999

Gol dari Marcus Rashford (tengah) di menit akhir pertandingan mengantarkan United menyingkirkan Paris Saint-Germain di babak 16 besar Liga Champions

“Kami memberi (Barcelona) kebingungan di sini. Ya, mereka mengendalikan pertandingan menjelang akhir, mereka memiliki penguasaan bola tetapi mereka tidak pernah benar-benar mengganggu kami di separuh (lapangan) kami sendiri.”

Ole Gunnar Solskjaer, yang saat ini menjadi manajer United meyakini bahwa para pemainnya memiliki kualitas yang dapat menimbulkan kejutan bagi Barcelona, seperti yang mereka lakukan saat mengalahkan Paris Saint-Germain.

“Anda melihat kualitas para pemain itu (Rashford, Martial dan Pogba) dan itu memberikan kami ancaman, kami membawa ancaman gol,” tambah Ole.

Ole menolak untuk memotivasi timnya dengan merujuk pada final Liga Champions 1999

Ole percaya dengan kualitas yang dimiliki para pemain United

“Tentu saja apa yang kami lakukan saat melawan PSG, sebagai tim harus memberi setiap orang dorongan kepercayaan diri yang besar karena pengalaman itu mungkin yang terbaik yang mereka miliki selama bertahun-tahun, para pemain itu.

“Mereka mungkin bermimpi tentang salah satu dari hal itu terulang di Nou Camp.”

 

Baca juga:

Man Utd tawarkan £ 200.000 per minggu agar Ander Herrera bertahan

Man Utd tidak akan menjuarai Premier League musim depan, kata Scholes

Man United beruntung meraih kemenangan atas West Ham, kata Ole

Review PL: Manchester United 2-1 West Ham

Ole mempertimbangkan setidaknya dua opsi untuk menjadi kapten United musim depan