Bos Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memiliki masalah besar di klub untuk dipecahkan setelah kekalahan 1-0 dari Bournemouth, ungkap Thyrone Marshall.

Penulis sepakbola senior itu menulis pada laman Manchester Evening News bahwa pelatih asal Norwegia itu memiliki masalah besar di Man United untuk dipecahkan.

Ia menyoroti performa United yang tidak konsisten, dan itu terjadi sejak hari pertama Premier League di mulai musim ini.

Setelah mengalahkan Chelsea 4-0, United berjuang untuk tampil gemilang kembali di saat tim yang mereka kalahakan itu justru menjadi salah satu tim terbaik Premier League dengan menempati posisi keempat klasemen, sedangkan Man United harus terseok-seok di posisi ke-10.

Solskjaer memiliki masalah besar di United untuk dipecahkan
Man United meraih kemenangan 4-0 atas Chelsea di pertandingan pertama Premier League musim ini

Namun kemenangan tandang ketiga dalam seminggu (mengalahkan Partizan, Norwich dan Chelsea) setelah hasil imbang dengan Liverpool, tampaknya memberi sinyal akan adanya perubahan.

Keseimbangan pemain tampak telah ditemukan oleh Solskjaer, di mana lini tengah dan depan mulai klik sekali lagi.

Tapi kemudian hasil dari laga menghadapi Bournemouth menghapus momentum bagus yang dibangun saat mereka kalah 1-0 di Vitality Stadium.

Lini tengah sangat penting dalam keberhasilan di beberapa pertandingan sebelumnya, dengan Fred, Scott McTominay dan Andreas Pereira (yang turun dari bangku cadangan dalam kemenangan Piala Carabao) semuanya tampil mengesankan sejak hasil imbang dengan Liverpool di Old Trafford. Dan Solskjaer terlihat telah menemukan kemitraan di lini tengah untuk United.

Solskjaer memiliki masalah besar di United untuk dipecahkan
Manchester United kalah 1-0 dari Bournemouth

Namun ketiganya tampil di bawah performa dan inkonsistensi mulai terlihat menjadi kendala terbesar bagi Solskjaer untuk segera diatasi saat ini.

Sementara McTominay dapat dimaafkan karena tingkat penampilannya yang biasa saja, namun penampilan Fred dan Pereira mundur selangkah di Bournemouth, merusak hasil baik dalam beberapa minggu sebelumnya. Hal yang sama seperti yang terjadi di lini belakang, di mana performa empat di belakang yang mulai terbentuk kembali menghilang.

Hal itu juga terjadi di lini depan United. Daniel James dan Marcus Rashford bekerja keras dan memiliki momen dalam permainan, tetapi Anthony Martial tidak dalam performa terbaiknya, setelah memberi dampak bagus saat kembali bermain usai cedera saat mengalahkan Norwich 3-1, dengan ia membuat satu gol di laga tersebut.

Solskjaer memiliki masalah besar di United untuk dipecahkan
Usai tampil gemilang di beberapa laga sebelumnya, Pereira kembali bermain di bawah performa saat United menghadapi Bournemouth

Tingkat ketidakkonsistenan ini menurut Marshall sangat menjengkelkan bagi Solskjaer, dengan satu-satunya hal yang konsisten adalah tentang ketidakmampuan mereka memanfaatkan momentum.

Menurut Marshall juga, United mungkin tidak memiliki Rencana B di bawah Solskjaer, mereka terlalu bergantung pada serangan balik untuk memecah tim dan ada kebutuhan untuk kecepatan kedepan, dengan sedikit berpijak dari lini tengah, tetapi mereka terlalu sering bermain di bawah performa, yang menyebabkan sistem tidak bekerja.

Hampir setiap anggota tim United ini telah berani mengambil resiko dan penampilan mengecewakan di Bournemouth hanyalah contoh terbaru dari itu.

Namun menurut Marshall, harus diingat bahwa ini adalah tim muda, dan bahwa inkonsistensi akan memengaruhi banyak pemain muda. Tapi ketidakkonsistenan juga akan membuat United kehilangan kesempatan di empat besar, dan mungkin bahkan enam besar, kecuali Solskjaer dapat menemukan solusi, dan dengan cepat.

Baca juga:

Man United siap tikung Liverpool untuk dapatkan Timo Werner

Reaksi Pogba usai United kalah dari Bournemouth

Man United kalah di markas Bournemouth 1-0

Ince desak Man United datangkan Zlatan

Premier League: Preview Bournemouth vs Man United